Hari dan Bulan

Thursday, April 28, 2016

HARI DAN BULAN

Hari dan bulan di tahun ini mungkin akan berbeda dengan hari dan bulan di tahun depan
Olehnya aku harus terus berjalan
Di tengah hempasan ombak dan terjalnya karang
Aku harus berjuang

Hari dan bulan di tahun ini mungkin akan berbeda dengan hari dan bulan di tahun depan
Kita tidak mengetahui apa-apa
Mungkin akan terjadi sesuai harapan
dan mungkin datang apa yang tidak pernah kita sangka

Hari dan bulan di tahun ini mungkin akan berbeda dengan hari dan bulan di tahun depan
perpisahan dan pertemuan
pastilah suatu yang tidak bisa terelakkan
yang pasti ada dihadapan

Hari dan bulan di tahun ini mungkin akan berbeda dengan hari dan bulan di tahun depan
apakah engkau punya rahasia
ataukah ada berita
apa?

Hari dan bulan di tahun ini mungkin akan berbeda dengan hari dan bulan di tahun depan
aku ingin hari dan bulan di tahun depan segera datang
mengantarkan aku menuju ke sebuah gerbang
yang didepannya hamparan warna hijau luas terbentang

Hari dan bulan di tahun ini mungkin akan berbeda dengan hari dan bulan di tahun depan
Semoga hari dan bulan di tahun ini akan berbeda dengan hari dan bulan di tahun depan
Aku ingin hari dan bulan di tahun ini berbeda dengan hari dan bulan di tahun depan
Ya, hari dan bulan di tahun ini akan berbeda dengan hari dan bulan di tahun depan




Wednesday, July 2, 2014


Mother

Mother,
You are greater
You are raiser
You are keeper
You are lover

Mother,
Your heart is full of prayer
Your deed is for son and daughter
Every single word is a life lifter
Everything  you do is for the bright future

Mother,
My grateful is only for you
For everything you always do
Wish God is always with you

Happy Family, we will do



Mom, I love you

Mom, you love me
Mom, you help me
Mom, I want to hug you
Mom, I always pray for you
Mom, I will always love you

Mom, you make me strong
Mom, you lead me if I am wrong

Mom, you are the real preserver
Mom, you are the strongest fighter
Mom, always keep and see me dance my dreamer
For I love you Mom, ever and forever 

Sunday, January 5, 2014

Hujan di Januari 5, 2014

Hujan di luar sana
Menebar aroma
Aroma tanah yang mewakili segenap rasa
Rasa rindu yang tiada terkira

Hujan di negeri ini
Hujan pula di negeri pelangi
Negeri di seberang negeri
Dimana kau di sana dan aku di sini

Jauh nan di sana aku merindu
Merindu akan seorang sahabat hatiku
Tak pernah kau bertegur sapa padaku
Tapi hati ini selalu untukmu

Bagaimanakah kabarmu?
Bagaimanakah perjalananmu?
Pertanyaan itu tak perlu dijawab karna aku tahu
Setiap langkah kakimu, selalu terekam dalam memoriku

Wahai engkau sahabat hatiku
Siang malam doaku terpanjat untukmu
Semoga kita kelak bertemu
Di tengah padang dandellion ungu
Mengharu biru penuh deru
Deru senyum canda tawaku dan tawamu
Dan tawa para sahabat sejati yang telah menantimu
Semoga terlimpahi berkah atas kita semua dari Maha Pencipta Bumi dan Langit berlapis tuju



Thursday, January 2, 2014

January 2, 2014


Aku sampaikan salam rinduku
Padamu wahai sahabat hatiku
Aku tanyakan kabar beritamu
Karna aku sangat ingin tahu

Ingin tahuku karena diriku
Bukan kamu juga bukan kamu
Namun hatiku dan diriku

Walaupun sepatah dua patah kata saja
Itu sudah sangat berarti bagi dunia
Mengubah murung jadi tawa
Membuat tawa jadi lebih bermakna

Wahai kau kupu biru
Esok kembali kau kan kepakkan sayap birumu
Arungi samudera nan luas nian
Hingga kau akan tiba di taman seberang

Akankah kau ingat aku?
Aku yang selalu merindukan kupu
Melukis kupu dalam hatiku
Begitu indah kuwarna ungu

Pergilah kawan demi masa depan
Tak akan ada penghalang untuk sebuah impian
Gapailah bintang dan juga bulan
Bawalah pulang untuk jadi persembahan

Persembahan untuk yang kau cinta
Cinta suci yang tiada tara
Bukan karna rupa atau pun harta
Namun cinta karna yang Kuasa

Walaupun tak ada kabar
Itu tak apa
Hatiku gemetar
Itu tak mengapa
Aku menantimu disini degup bergetar
Akankah aku bisa bersua merajut tawa?

Tak mengapa,
Tak jadi apa,
Dengan siapa
Akan bagaimana
Satu hal yang harus aku pegang
Janganlah putus asa untuk menggapai asa

Dandellion ungu untuk kupu biru

Cerita PPLku

Monday, December 30, 2013

 Berawal dari sebuah pertemuan di joglo perpustakaan membahas PPL di sebuah SMP negeri di kota Batu tahun 2011. Aku bertemu mereka, keluarga baruku.
 Kami bantu membantu, bahu membahu untuk menjalankan tugas kependidikan. Yang hasilnya adalah kami harus merusakkan dua buah telivisi di ruang multimedia. Inilah rujak pertama yang kami gagas, sungguh sedap.
 Kunjungan ke kebun Pak Rudi yang selalu kami nanti. Kebun apel jeruk jambu.. di bawah kaki gunung arjuna yang berhawa segar kami menikmati apel-apel batu gratis.
 Kunjungan ke rumah Danang yang bertemakan hari lebaran. hihihi. Kami ini rombongan penghabis jajan lebaran.
 Akhirnya semua cerita itu harus diakhiri pula. Kami menempuh jalan masing-masing. Kembali ke kampung halaman, tetap stay di Malang, ke luar pulau Jawa untuk perantauan, atau pun tugas mengabdi untuk negeri pertiwi ini. Cerita ini akan selalu berarti bagiku, karena kalian adalah sangat istimewa bagiku, terutama kau yang pasti tahu aku menyebut namamu.

 Terima kasih Tuhan atas momen ini. Engkaulah Maha segalanya, Maha Tahu apa yang terbaik untuk umat-Mu.

DANDELLION UNGU 1

Wednesday, December 25, 2013

Sebuah Kisah Dandellion Ungu di Penghujung Tahun Kelabu


Desember 25th, 2013

Selamat malam, aku ingin menyapa
Menyapamu walaupun mata tak berjumpa
Bagiku itu semua tak jadi apa
Karna aku tahu kau merasakan apa yang aku rasa

Pikirku melayang
Karna aku selalu terbayang
Senantiasa terkenang
Akan sahabat yang ada di seberang

Ingin aku ulang waktu
Tuk menjawab kegalauan hati yang tak menentu
Teringat selalu akan dirimu
Wahai sang kupu biru yang dinanti oleh dandellion ungu

Aku dandellion ungu
Yang merindukan tegur sapamu
Walaupun mungkin kau tak mau memberikan hatimu
Aku rela hanya mengagumi dirimu

Dandellion bertanya,
Akankah dia akan menemukan kupu yang dipujanya
Yang akan membawa seluruh bagian dari hatinya
Terbang melayang menggapai cita dan cintanya

Si kupu akan pergi
Tak tahu kapan kembali
Jika pun kembali akankah ia akan menemui dandellion lagi?
Aku tak tahu aku tak peduli

Rasa sakit memendam rasa
Rasa pahit yang tak bisa sirna padam begitu saja
Terus bergetar merasuk sukma
Namun itulah yang ada di depan mata

Pada-Mu aku mengadu
Mengadu akan hatiku yang sedang tak menentu
Tak menentu karna sebuah rindu
Rindu mendalam pada si Kupu-kupu biru

Dandellion ungu berkata
Terbang wahai engkau si kupu biru
Aku tak kan menghalangimu
Walaupun engkau menghapus aku dari ingatanmu
Aku akan tetap cinta pada dirimu dalam hatiku
dan maafkanlah aku karna aku tidak bisa menghapus rasa ini pada dirimu

Pergilah pergi
Bangunlah negeri ini
Berikan warna warnimu pada anak pertiwi
Berikan cahya terang dan senyum yang selalu terukir di pipi

Biarkan angin yang membawa pesanku
Biarkan hujan yang menghapus airmataku
Biarkan tanah yang mengubur cintaku
Biarkan rumput yang menjadi teman setiaku



THE BALKAN WOMEN ON THE STAGE

Sunday, May 5, 2013




"The Balkan Women" adalah drama yang mengisahkan kehidupan Amina dan Samira Jusic (ibu dan anak perempuan) yang harus mendekam di penjara karena telah dituduh terlibat dalam aksi pengeboman. Dalam penjara itulah si Samira, seorang anak perempuan yang masih sangat labil,  berkenalan dengan Jela Kaljano, yang membuatnya menjadi gadis yang pemberani namun gegabah.

Di penjara itulah Samira menemukan masa lalunya yang sangat pahit sekaligus melukis masa depan yang lebih pahit. Berada di bawah tekanan yang  bertubi, Samira tidak mampu berpikir sehat. Dan itu membawa dampak yang sangat fatal - Dia dengan berani telah meracuni sang Kolonel wanita yang ternyata dia adalah ibu kandung dari si Samira.

Di samping tokoh di atas, terdapat satu tokoh lain yaitu Jovan Vlaco. Sebagai seorang Letnan yang harus menginterogasi setiap tahanan, dia mampu membaca mimik wajah dan gerak-gerik si tersangka. Dia sadar dan tahu bahwa Samira lah yang terlibat dalam aksi pemboman yang telah menewaskan sejumlah tentara. Dia terkenal sangat keras. Namun, di balik itu semua, dia memendam sebuah luka dalam hati yang tidak bisa terkatakan kepada dunia luar.

Pada akhirnya, si kolonel tewas karena racun, Jela harus dihukum mati, Amina dan Samira harus kena sasaran tembak sang Letnan, dan sang Letnan pulalah yang mengakhiri drama ini dengan tidak menyisakan seoranga tokoh pun. Semua nyawa melayang meninggalkan raga yang hanya bersifat fana'.