Cerita PPLku

Monday, December 30, 2013

 Berawal dari sebuah pertemuan di joglo perpustakaan membahas PPL di sebuah SMP negeri di kota Batu tahun 2011. Aku bertemu mereka, keluarga baruku.
 Kami bantu membantu, bahu membahu untuk menjalankan tugas kependidikan. Yang hasilnya adalah kami harus merusakkan dua buah telivisi di ruang multimedia. Inilah rujak pertama yang kami gagas, sungguh sedap.
 Kunjungan ke kebun Pak Rudi yang selalu kami nanti. Kebun apel jeruk jambu.. di bawah kaki gunung arjuna yang berhawa segar kami menikmati apel-apel batu gratis.
 Kunjungan ke rumah Danang yang bertemakan hari lebaran. hihihi. Kami ini rombongan penghabis jajan lebaran.
 Akhirnya semua cerita itu harus diakhiri pula. Kami menempuh jalan masing-masing. Kembali ke kampung halaman, tetap stay di Malang, ke luar pulau Jawa untuk perantauan, atau pun tugas mengabdi untuk negeri pertiwi ini. Cerita ini akan selalu berarti bagiku, karena kalian adalah sangat istimewa bagiku, terutama kau yang pasti tahu aku menyebut namamu.

 Terima kasih Tuhan atas momen ini. Engkaulah Maha segalanya, Maha Tahu apa yang terbaik untuk umat-Mu.

DANDELLION UNGU 1

Wednesday, December 25, 2013

Sebuah Kisah Dandellion Ungu di Penghujung Tahun Kelabu


Desember 25th, 2013

Selamat malam, aku ingin menyapa
Menyapamu walaupun mata tak berjumpa
Bagiku itu semua tak jadi apa
Karna aku tahu kau merasakan apa yang aku rasa

Pikirku melayang
Karna aku selalu terbayang
Senantiasa terkenang
Akan sahabat yang ada di seberang

Ingin aku ulang waktu
Tuk menjawab kegalauan hati yang tak menentu
Teringat selalu akan dirimu
Wahai sang kupu biru yang dinanti oleh dandellion ungu

Aku dandellion ungu
Yang merindukan tegur sapamu
Walaupun mungkin kau tak mau memberikan hatimu
Aku rela hanya mengagumi dirimu

Dandellion bertanya,
Akankah dia akan menemukan kupu yang dipujanya
Yang akan membawa seluruh bagian dari hatinya
Terbang melayang menggapai cita dan cintanya

Si kupu akan pergi
Tak tahu kapan kembali
Jika pun kembali akankah ia akan menemui dandellion lagi?
Aku tak tahu aku tak peduli

Rasa sakit memendam rasa
Rasa pahit yang tak bisa sirna padam begitu saja
Terus bergetar merasuk sukma
Namun itulah yang ada di depan mata

Pada-Mu aku mengadu
Mengadu akan hatiku yang sedang tak menentu
Tak menentu karna sebuah rindu
Rindu mendalam pada si Kupu-kupu biru

Dandellion ungu berkata
Terbang wahai engkau si kupu biru
Aku tak kan menghalangimu
Walaupun engkau menghapus aku dari ingatanmu
Aku akan tetap cinta pada dirimu dalam hatiku
dan maafkanlah aku karna aku tidak bisa menghapus rasa ini pada dirimu

Pergilah pergi
Bangunlah negeri ini
Berikan warna warnimu pada anak pertiwi
Berikan cahya terang dan senyum yang selalu terukir di pipi

Biarkan angin yang membawa pesanku
Biarkan hujan yang menghapus airmataku
Biarkan tanah yang mengubur cintaku
Biarkan rumput yang menjadi teman setiaku